Apa itu Seiyuu?



Pernah dengar tentang istilah "Seiyuu"? Beberapa dari teman - teman yang menyukai anime dan pecinta film dubbing-an, pasti sudah tahu kan istilah seiyuu. Tapi, bagi yang awam tentang ini masih menggelengkan kepala jika mendengar tentang Seiyuu. Nah, kali ini aku bakal ngebahas seputar Seiyuu, yeah setidaknya mengetahui seperti apa seiyuu itu dan bagaimana sih kerjanya (sekalian biar mengetahui (baca = dibayangkan) seperti apa (lelah-nya) para pengisi suara indonesia dalam menjalankan tugas nya. Thanks buat dubbing and friends atas izin share nya...

Seiyuu (声優 aktor suara) adalah sebutan untuk pengisi suara di Jepang, yang dalam bahasa Inggris disebut voice actor atau character voice. Seiyuu biasanya mengisi suara tokoh anime, video game, sandiwara radio, narasi, dan juga mengisi suara untuk film-film dari luar negeri. Seiyuu juga biasanya sering menyanyikan lagu dari anime
yang dibintanginya. Sebagian diantaranya merilis album sebagai penyanyi J-pop, menjadi penyiar radio, atau aktor musikal.

Gimana sih kerjaan seiyuu??

Seorang seiyuu harus bisa memerankan berbagai macam karakter dari berbagai umur, seperti laki-laki atau perempuan, anak-anak, bayi, orang lanjut usia, bahkan suara binatang atau mesin. biasanya suara karakter pria yang masih muda akan diisi oleh seiyuu wanita. Namun, sampai sekarang belum ada seiyuu pria yang mengisi suara karakter wanita.

Proses pengisian suara anime disebut afureko (after recording), dimana dialog direkam sambil melihat percakapan karakter di layar. Namun, sekarang seiyuu sering harus merekam suara di depan layar kosong atau sketsa anime yang sedang diproduksi. Proses ini disebut puresuko (pre-scoring).

Proses sulih suara film impor disebut atereko (menempelkan dialog). Seiyuu menyesuaikan dialog mengikuti gerak bibir aktor di layar. Rekaman untuk film cerita berdurasi 2 jam biasanya membutuhkan waktu sekitar 7 hingga 8 jam. Berbeda dengan anime atau film, rekaman suara karakter video game direkam berurutan sesuai jalannya permainan. Seorang seiyuu bahkan harus mengisi suara seorang sendiri tanpa kehadiran lawan berdialog.

Dalam pertunjukan boneka atau drama yang dimainkan aktor berkostum (kigurumi), dialog diucapkan seiyuu dari belakang layar. Atau terkadang dialog sudah direkam sebelumnya. Bila tiba giliran berbicara, aktor yang berada di dalam kostum menekan tombol untuk memutar rekaman suara yang dibuat sebelumnya.

Penghasilan seiyuu ditentukan berdasarkan tingkat senioritas. Sewaktu mengisi suara anime, honor dihitung dalam satuan 30 menit. Anime dengan masa putar 30 menit biasanya memakan waktu rekaman sekitar 3 hingga 4 jam. Sewaktu mengisi narasi, honor dihitung dalam satuan 10 menit. Sementara itu, satuan waktu untuk iklan televisi lebih pendek lagi, antara 15 detik dan 30 detik.

Sekolah seiyuu? Ada ga' ya?

Di Jepang, lulusan SMA yang ingin menjadi seiyuu bisa mengambil kuliah di jurusan drama sebuah universitas atau sekolah kejuruan (senmon gakkou). Biasanya pendidikan seiyuu yang formal berlangsung paling sedikit satu tahun (minimal 800 jam pelajaran), dan satu angkatan seiyuu di sebuah akademi diharuskan memiliki jumlah siswa minimal 40 orang. Kurikulum di sekolah kejuruan bersifat umum, dari mulai dasar-dasar akting hingga praktiknya.

Sebaliknya, untuk pendidikan swasta bagi seiyuu di Jepang, mereka tidak mendapatkan pendidikan secara intensif seperti pendidikan formal, juga tidak memerlukan biaya yang mahal. Dan yang ingin masuk ke sekolah swasta untuk seiyuu juga tidak perlu mengikuti ujian masuk. Sementara itu, selain mengikuti pendidikan secara formal di sekolah-sekolah atau akademi, mereka yang ingin menjadi seiyuu juga bisa melatih dan belajar dengan cara bergabung dengan grup teater.


Credit by Ryuki D Iqbal
Share : Kurogane Akira
Source : Dubbing and Friends, Wikipedia

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.